Monday, June 2, 2008

PLTN (Episode 2)

This is episode 2 of the PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) trilogy.

The Inevitability of Progress

1. Dulu kita masak pake minyak tanah. Tapi abis itu kita nyadar bahwa masak pake LPG ternyata lebih ramah lingkungan dan lebih murah. Akhirnya kita beralih ke LPG.

2. Dulu AC dan kulkas kita pake CFC. Ternyata kemudian diketahui bahwa bahan ini bisa merusak ozon. AKhirnya kita beralih ke bahan non-CFC.

3. Dulu perbudakan dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Bahwa orang kulit hitam adalah spesies yang lebih rendah daripada kulit putih dan sudah sewajarnya mereka diperlakukan seperti itu. Tapi kemudian kita sadar bahwa warna kulit tidak membuat kita lebih tinggi dari yang lain.

4. Dulu celana cut bray dianggap ngetrend, sekarang bray cut yang dianggap lebih OK. Walaupun ini lebih merupakan siklus.

Do you get the idea?

All truth passes through three stages. First, it is ridiculed. Second, it is violently opposed. Third, it is accepted as being self-evident.
-- Arthur Schopenhauer

Progress is inevitable...

Catatan tambahan:
Mengenai celana cut bray tadi...
Kalo kita perhatikan, trend celana pada dasarnya mengikuti pola tertentu, yaitu: cut-cut, bray-cut, bray-bray, dan cut-bray.
cut-cut = atas kecil, bawah kecil
bray-cut = atas gede, bawah kecil
bray-bray = atas gede, bawah gede
cut-bray = atas kecil, bawah gede

Model celana yang ngetrend beberapa waktu lalu adalah cut-cut. Sedangkan yang ngetrend belakangan ini tampaknya bray-cut.
Jadi gw prediksi, beberapa waktu lagi bakal ngetrend celana bray-bray...

1 comment:

Anonymous said...

gw sejak jaman esema tetep pake celana yang "bray-bray" ... enak sih :P