Tuesday, April 29, 2008

What family means to me

There are times when I would want to "kill" them...
But there is no time when I would not kill for them...

Sunday, April 27, 2008

Self portrait

ceritanya self portrait gw waktu jadi kakek-kakek (kalo umurnya nyampe)... Klik untuk memperbesar gambar


Friday, April 25, 2008

Gimana caranya odol bisa bergaris-garis?


Pernah liat odol yang bergaris-garis?
Kebetulan di rumah gw pake pepsodent... yang ada garisnya... kadang2 pake close up yang tengahnya biru, tapi bagian luarnya putih... apa itu lupa jenis close upnya...
Betul-betul membingungkan... gimana cara bikinnya ya? Kok bisa? Kenapa garis2nya itu nggak kecampur sama odol putihnya? Heran... Magic....
Setelah gw search di internet, ternyata gampang aja bikinnya :)


Ternyata... ada ruang khusus buat nyimpen garis2nya...!!!
Dahsyat... jenius...!!!

Wednesday, April 23, 2008

Kenapa plastik yang diisi air bisa ngusir lalat?

Sering liat kan kalo di warung2 makan, suka ada plastik diisi air, trus digantung, buat ngusir lalet...
Nah itu belom ada penelitiannya buat membuktikan apa bener bisa ngusir lalet...
Tapi bukan cuma di Indonesia doang yang dah make... di Amerika sana juga banyak yang make trik ini (katanya)...
Teorinya gini... lalet kan punya mata semu, terdiri dari sekitar 8000 mata kecil... Kalo di film2, bentuknya hexagonal2 kecil gitu... Nah ini yang bikin lalet susah ditangkep, karena matanya bisa ngedetek gerakan lebih mantap dari mata kita.
Jadinya, pas si lalet ngeliat pantulan sinar dari plastik air itu, yang keliatan sama dia mungkin kayak sarang lebah gitu... Hexagonal2 kecil... Otomatis kaburlah dia, secara lebah suka makan lalet...
Udah gitu doang penjelasannya...

Tuesday, April 22, 2008

Kenapa permen Polo tengahnya bolong?

Kenapa permen polo tengahnya bolong?

Jawabannya gak menarik… karena dulu pembuatnya pingin bikin produk permen mint yang bentuknya beda dari yang udah ada di pasaran… Gubrak…
Nah sekarang fakta-fakta menariknya…
1. Nama Polo berasal dari kata polar (kutub), karena rasa mint-nya yang dingin waktu diemut…

2. Permen Polo dibuat menggunakan alat press yang tekanannya setara dengan berat dua ekor gajah loncat2 naek turun.

3. Tiap hari diproduksi 38 juta buah Polo dan dimakan 140 biji tiap detik di seluruh dunia.

4. Nah ini yang gak banyak orang yang tau… kalo permen Polo diremukin di ruangan gelap, bakal keliatan percikan2 sinar biru… Istilah kerennya triboluminescence (cahaya yang muncul akibat gesekan). Penjelasan boringnya gini: Kalo lo remukin permen, si permen ini cenderung bakal rengat / remuk di sepanjang bidang yang berlawanan kutubnya (positif – negative). Nah… karena kutub positif sama negative pingin selalu bersatu, muncul loncatan2 listrik kecil yang terlihat mata kita berwarna biru… Coba aja kalo gak percaya… Gigit Polo di depan cermin di dalam ruangan gelap… Abis itu kasi tau gw ya hasilnya… Serius gw… ini bukan hoax…

5. Percaya atau tidak, gw bukan lagi promosiin permen Polo… Tapi kalo di antara para pirsawan ada yang jadi marketing managernya Polo, gw bersedia kok jadi bintang iklannya… 50 juta aja tarifnya… Masih bisa digoyang…

There is no such thing as too much useless information!

(taken from the internet)

Thursday, April 17, 2008

Cerpen: Sinetron

Sinetron


Matahari di atas dusun Mergangsan terlihat pucat. Sinarnya sangat terik seperti puncak musim kemarau, padahal sekarang masih bulan April. Bertolak belakang dengan cuaca di luar, Tiwi duduk sambil menggigil kedinginan di ruang tamu. Kaos putihnya yang sudah lusuh dan sobek-sobek basah kuyup oleh keringat. Kelihatan seperti habis berendam di kali yang mengalir di belakang rumah. Tangannya memeluk erat kedua kaki yang ditekuk di depan dadanya. Mulutnya terus merancau; bergumam lirih yang hampir tidak terdengar. Orang yang melihatnya pasti menyangka bocah tanggung ini baru saja mengalami kejadian mengerikan.

Semenit kemudian Bu Warsito membuka pintu rumah. Keheranan dan ketakutan melihat anak satu-satunya yang seperti orang kesurupan. “Wi… kamu kenapa? Kamu ndak papa Wi?”. Nalurinya mengambil alih, tanpa pikir panjang segera memeluk mahluk tidak berdaya di depannya. Persis seperti induk ayam yang berusaha melindungi piyik dengan sayapnya.

Tapi Tiwi tetap diam, matanya tetap kosong menatap tembok ruang tamu yang catnya sudah mengelupas di sana sini. “Kamu kenapa Wi? Habis dimarahi guru di sekolah?”. Bu Warsito terdiam sebentar, pikirannya tidak setuju dengan ucapannya, karena dia tau Tiwi adalah anak pintar, kesayangan guru-guru. Tidak ada satupun guru di SMA Miri yang tidak kenal Tiwi; yang tidak mengakui kecerdasannya. Tidak mungkin Tiwi kena masalah di sekolah, begitu pikir Bu Warsito yang sekarang mengelus-elus punggung putrinya.

“Wi, kalo kamu kena masalah di sekolah, biar bapak yang ngomong sama gurumu. Kamu memang ndak akur sama bapakmu, tapi sebetulnya dia sayang sekali sama kamu. Bapakmu pasti bela kamu di depan gurumu”.

“Atau kamu habis dimarahi bapak?”. Bu Warsito terus mencari-cari kemungkinan penyebab keadaan anaknya. “Bapakmu ini lebih baik, lebih pengertian dibanding bapakmu yang dulu. Bapakmu yang dulu itu ndak tanggung jawab. Ndak perhatian sama keluarga”. Bu Warsito diam sejenak, mencoba meredakan emosinya yang hampir meledak dan kembali mengalihkan fokus kepada masalah anaknya.

“Paaak… kamu dimana? Ini lho anakmu…”. Bu Warsito perlahan-lahan melepas pelukannya dan bergegas pergi ke kamar depan, berharap menemukan suaminya di sana. Bu Warsito mengalihkan pencariannya ke kamar Tiwi yang terletak di bagian belakang rumah, tepat di sebelah dapur.


.....


“Paaaaaak…!!!! Ya Tuhan… Paaak…!!!”. Pemandangan yang ada di depannya kali ini ribuan kali lebih mengejutkan dibanding pemandangan yang dilihatnya 15 menit lalu. Pak Warsito tergeletak di depan pintu kamar anaknya, disamping sebatang balok kayu sebesar lengan orang dewasa. Badannya terlentang, lantai di sekitar kepalanya dibasahi darah. Tapi dadanya terlihat masih bergerak kembang-kempis, menandakan masih ada nafas.

Panik, perempuan 40 tahunan itu lari ke ruang tamu, berharap menemukan jawaban dari mulut anaknya. Tapi tidak ada sepatah katapun keluar dari mulut Tiwi. Dia tetap diam, menggigil. Bu Warsito kembali berlari menuju suaminya, berjongkok dan mencoba membangunkan orang yang menikahinya dua tahun lalu. Tidak tahu apa yang harus dilakukan, sambil matanya yang melihat kesana kemari, mengiba, berharap pertolongan dari entah siapa.

Seketika pandangannya tertuju ke arah tempat tidur anaknya lewat pintu yang sedikit terbuka. Cukup untuk memperlihatkan noda merah di atas tempat tidur anaknya. Dia meloncati tubuh yang tergeletak di depannya, segera memeriksa ke dalam. Yang dilihatnya di sana cuma kamar yang berantakan, bercak merah seperti darah di atas sprei tempat tidur anaknya, dan celana dalam biru milik Tiwi yang begitu dikenalinya.

Bu Warsito mematung, seperti orang yang mati berdiri. Kalaupun tubuhnya belum mati, hatinya sudah pasti mati dan yang ada di kepalanya cuma prasangka. Ibu yang biasanya lembut, kali ini terlihat lebih mengerikan dibanding orang kesurupan. “Bunuh… Bunuh…”. Cuma itu yang terpikir. Dan pisau cuma berjarak beberapa langkah di seberang kamar tempatnya berdiri.

Yang terjadi berikutnya mudah ditebak. Puluhan kali hujaman pisau dapur bersarang di dada, perut dan leher Pak Warsito. Air mata bu Warsito sudah bercampur darah suaminya. Kesedihan dan kemarahan sudah berbaur, tidak bisa dibedakan.


.....


Hari ini hari sabtu dan tiga hari sudah berlalu sejak kengerian yang terjadi di salah satu rumah di dusun Mergangsan. Tiwi ditemani bu Warsito duduk di tempatnya menggigil tiga hari lalu, asyik menonton sebuah sinetron yang begitu digandrunginya. Pintu rumah yang sedikit terbuka diketuk pelan. “Permisi bu War…”.

“Ooh, Bu RT, monggo Bu…”, bu Warsito sedikit gugup berdiri menyambut tetangganya.

“Bu War, saya mau buat kue, tapi kehabisan pewarna makanan. Bu War kan suka buat kue juga, masih punya pewarna makanan ndak?”.

“Oo.. oh, masih ada pewarna merah di dapur. Saya beli seminggu lalu, tapi belum pernah dipake. Sebentar ya bu, saya ambil dulu.”, bu Warsito berjalan cepat ke dapur, meninggalkan anaknya yang masih terpaku di depan televisi.

“Eh Wi, itu sinetron tentang anak psikopat itu kan? Yang ngeracuni bapaknya biar dapet warisan”, bu RT mencoba membuka pembicaraan.

“Inggih Bu”, Tiwi akhirnya bicara. Sementara bu Warsito baru saja menemukan botol kecil pewarna merah yang isinya tinggal setengah walaupun dia merasa belum pernah menggunakannya.

“Wiii, kamu pake pewarna makanan Ibu?”, bu Warsito setengah berteriak meminta penjelasan anaknya.

“Ndak Bu, aku ndak pernah pake”, Tiwi menjawab gugup. Bu Warsito teringat bercak merah yang dilihatnya tiga hari lalu di tempat tidur anaknya, tapi segera berusaha menghapus kecurigaan dari kepalanya.

“Bapakmu dimana Wi, dah beberapa hari ini aku ndak liat”, bu RT menunjukkan perhatiannya.

“Ndak tau bu, dia bukan bapak kandung saya… Saya kangen bapak kandung saya…”, Tiwi menimpali cepat dan sedikit ketus.

Melihat keadaan yang kurang mengenakkan, bu RT segera mengallihkan pembicaraan:”Psikopat itu apa tho artinya? Aku sering denger di TV, tapi ndak tau artinya”.

Tiwi cuma menjawab dengan senyuman kecil, sambil menoleh ke arah pekarangan samping rumah yang tanahnya mulai basah oleh gerimis di bulan April, mengubur tubuh yang terbujur kaku di bawahnya.

Wednesday, April 16, 2008

Strategi Marketing Bisnis Seluler

Urang sebenernya gak ngerti marketing... tulisan ini cuma asal cuap2 aja... jadi jangan terlalu dipercaya :)
OK anyway... ada tiga strategi dasar di dunia marketing, yaitu:
- focus strategy.
- differentiation strategy.
- low cost strategy.

Differentiation strategy berarti membuat dan memasarkan produk yang bervariasi untuk segmen pasar yang berbeda...
Low cost strategy artinya memasarkan produk dengan harga murah, untuk meningkatkan demand dan market share...
Focus strategy artinya berkonsentrasi untuk masuk dan di market yang kecil dengan produk tertentu...

Sebuah perusahaan biasanya menggunakan salah satu dari strategi ini, misalnya wal-mart dan form motor menggunakan low cost strategy, sedangkan sony dan xerox menggunakan differentiation strategy.

Nah, kalo perusahaan seluler di Indonesia gimana? Gimana kok bisa Telkomsel punya 50 juta subscriber, sedangkan warung sebelah cuma punya 1/10-nya?

Early Days
Telkomsel bukan yang pertama di Indonesia... Trus apa yang dilakukan buat ngerebut market share? Dia expand network selulernya... Dia pake focus strategy buat memastikan bahwa ada sinyal Telkomsel di seluruh Indonesia... Waktu itu gak perlu mikir tentang service (SMS, MMS, NSP, dsb)... lha ya buat apa service kalo jaringannya gak ada.
Akhirnya orang se-Indonesia cuma punya 1 pilihan: Telkomsel... karena bisa dipake dimana aja... Beda sama kompetitor; di sini ada sinyal, di kampung sebelah belom tentu...
Trus kenapa kompetitornya gak ngembangin jaringan ke seluruh Indonesia seintensif Telkomsel? Karena gak bisa... gak mampu... Karena buat ngembangin jaringan itu butuh modal yang gede banget... Cuma Telkomsel yang punya modal segede gaban...

Afterwards
Seiring dengan makin banyaknya kompetitor dan makin besar dan bervariasinya market share, operator-operator seluler mulai pake teknik kedua... Differentiation strategy. Satu operator nawarin berbagai macem kartu untuk tiap segmen (kelas atas-make HP buat telpon2an sampe tepar, menengah-kadang telpon, kadang SMS, dan bawah-SMSan aja, itu juga kalo pulsa cukup).
Akhirnya muncullah berbagai jenis kartu... ada simPATI, Jempol, IM3, Kartu AS, dll, dll...
Sampe tahap ini Telkomsel masih menang market share, walaupun tarifnya paling mahal... Kenapa? Ya salah satunya karena jaringannya paling luas... Focus strategy yang sebelumnya diterapkan terbukti sukses...
Selain itu menurut gw juga karena orang Indonesia susah berubah... susah pindah ke lain hati... contohnya di program substitusi minyak tanah dengan gas yang sampe sekarang masih tersendat... tapi itu mesti dibahas terpisah...

Current Status
Sekarang ini para kompetitornya Telkomsel pake cara ketiga... yaitu nerapin Low-cost strategy... Semua banting harga gila2an, walaupun kebanyakan cuma tarif promo yang ada batas waktunya... Entah deh dapet untung atau nggak kalo matok harga segitu...
Telkomsel juga ikut... walaupun gak segila yang lain...
Sebetulnya nurunin harga juga karena regulasi pemerintah yang mau nurunin tarif seluler... jadi semua orang rame2 nurunin tarif...

Sampe di babak ketiga perang strategy, Telkomsel masih menang... Entah strategi apalagi yang mau diterapin kompetitornya... When all else fails, maybe it's time to surrender and pray...

Jadi... apakah kemenangan Telkomsel terjadi karena kejeniusan orang2 dibelakang layarnya?
Menurut gw bukan...
Sama sekali bukan...
...
...
...
Maksud gw, bukan cuma itu alasannya... :))
Ada alasan lain... yaitu dukungan dana yang berlimpah... Coba aja bandingin CAPEX dan OPEX di antara operator... liat perbedaannya... uedan...!!
Ini bisnis yang lebih butuh modal gede dibanding karyawan banyak... beda sama bisnis rokok...

Jadi menurut gw ada dua cara ngalahin Telkomsel:
1. Kompetitornya merekrut orang2 jenius yang mampu menelurkan strategi baru yang super canggih sehingga subscribernya Telkomsel pada ganti kartu.
2. Dukungan dana yang luar biasa gede, buat menyamai luas network dan variasi service yang dimiliki Telkomsel.

Ayo semangat...!!!

Telkomsel Pelindung Dataku

Telkomsel sekitar bulan april 2007, nge launching service baru... namanya Pelindung Dataku... Mungkin banyak yang blom tau apa gunanya... Naahh... karena gw menganggap fitur ini so keren banget dan wajib dipake (gw dah merasakan manfaatnya), makanya gw mo share tentang layanan baru ini.

Telkomsel Pelindung Dataku basically berfungsi untuk mem-backup isi phonebook di HP kita. Jadi kalo ada apa2 sama si HP (misalnya ilang atau rusak, amit-amit jabang bayi... jangan sampee) maka kita punya backup-nya dan tinggal donlot lagi ke HP baru.
Eit... tapi masih ada lagi... gak cuma phonebook aja yang bisa di backup... kalender, task, dan SMS juga bisa !!! Gw denger2 nantinya kita bakal bisa nyimpen MMS, musik, bahkan video !!!

Gimana sih cara kerjanya ?
Jadi... phonebook kita itu bakal di upload ke server-nya Telkomsel... data-data kita tersimpan aman disana. Cara nge-uploadnya bisa dengan sinkronisasi HP kita dengan server-nya Telkomsel, atau dengan mengirimkan phonebook-nya satu-persatu lewat SMS.

Nah sekarang cara daftarnya... tinggal dial *989#, trus OK... abis itu ikutin deh petunjuknya. Nanti kita bakal dikirimin notifikasi bahwa kita udah terdaftar, abis itu dikirimin setingan untuk sinkronisasinya... Tapi inget, HP kita musti udah di seting GPRS, kalo belom... ya mesti di seting dulu... telpon aja customer service (111) kalo gak mau repot...
Setelah setingan di save, kita udah bisa nge backup isi phonebook... Tinggal klik Sync aja... Udah deh... tunggu beberapa saat sampe seluruh phonebook di upload ke server... Gampang kan ?

Biaya ?
Tentu ada... tapi gak seberapa nilainya dibanding isi phonebook kita !!!
Gw akui ini service keren abis... Lo musti coba pren...

Be Patient

I got this from a mailing list...
Written by:
"DREAMPRENEUR" - Engineer Your Dream. Be an Entrepreneur.

BE PATIENT

This is a true story which happened in the States. A man came out of his home to admire his new truck. To his puzzlement, his three-year-old son was happily hammering dents into the shiny paint of the truck. The man ran to his son, knocked him away, hammered the little boy's hands into pulp as punishment. When the father calmed down, he rushed his son to the hospital.

Although the doctor tried desperately to save the crushed bones, he finally had to amputate the fingers from both the boy's hands. When the boy woke up from the surgery and saw his bandaged stubs, he innocently said, "Daddy, I'm sorry about your truck." Then he asked, "but when are my fingers going to grow back?" The father went home and committed suicide.

Think about this story the next time someone steps on your feet or you wish to take revenge. Think first before you lose your patience with someone you love. Trucks can be repaired.. Broken bones and hurt feelings often can't. Too often we fail to recognize the difference between the person and the performance. We forget that forgiveness is greater than revenge.

People make mistakes. We are allowed to make mistakes. But the actions we take while in a rage will haunt us forever.

Menabung

gw lagi pingin nabung....
waktu itu pas lagi mau bayar taksi seharga Rp 16.500,- ...
duit gw tinggal 1 lembar Rp 10.000,- 1 lembar Rp 5000,- 1 lembar Rp 20000,- 1 lembar Rp 1000,- dan beberapa keping uang logam Rp 500,- dan Rp 200,-

Akhirnya gw ngumpulin uang Rp 10.000,- uang Rp 5.000,- uang Rp 1.000,- dan beberapa uang logam Rp 500,- dan Rp 200,- ... dan mengembalikan uang Rp 20.000,- kembali ke saku.

Orang yang naik taxi barengan gw serta merta ngambil uang yang udah gw kumpulin... dia ngambil Rp 10.000,- nya aja, trus nambahin Rp 10.000,- jadi jumlahnya Rp 20.000,-

Abis turun gw bilang... kan lagi kebijakan uang ketat... lagi pingin nabung... (maksud gw, ngasi duit ke supir taksinya ya yang pas aja... gak ada lebihnya)

Trus dia bilang... kalo kebijakan uang ketat, berarti jangan beli 3 helm seharga sekian [sensor] rupiah... bukannya ngasi supir taksi pake recehan....

.... iya ya... selama ini gw salah kaprah... gw hemat buat hal-hal kecil, tapi boros buat hal-hal gede yang gak penting...

dah ah.... nabung... nabuuuuuuuung....

Desiring Things You Can't Have

Beberapa hari lalu gw nonton film seri Smallville, ada pembicaraan menarik antara Lana Lang dan Lex Luthor.
Lana:"I know you Lex. You desire things you can't have... So what will happen when you have me ?"..... Lex nya jadi speechless.

Emang apa yang salah dengan desiring things you can't have ? It drives passion and passion drives success, right ? It triggers you to unleash your full potential.
Gw jadi inget kalimat:"Nothing is impossible", atau versi modernnya yang jadi moto ADIDAS:"Impossible is nothing".

Udah berapa kali denger cerita tentang Thomas Alva Edison waktu dia nemuin bohlam lampu ? Sampe bosen...
Thomas Alva Edison perlu 10.000 kali percobaan sebelum akhirnya berhasil bikin bohlam. Kalo dia nyerah di percobaan ke 9999, mungkin kamar gw sekarang masih gelap.

Jadi seberapa kemampuan manusia dalam mengalahkan ketidakmungkinan ?
Dokter-dokter bilang, manusia baru make 1%, atau2%, atau 3% dari kemampuan otaknya. Itu aja dah bisa bikin kita pergi ke bulan. Gimana kalo bisa make 90%-an sisanya ?
Kalo diliat dari segi fisik, kata Einstein E=mc^2. Energi yang terkandung dalam tiap benda setara dengan masa benda itu dikali kuadrat kecepatan cahaya (3x10^8)
Kalo berat badan orang misalnya 70 kg, maka sebetulnya dia punya energi sebesar: 70 x (3x10^8)^2 = 6300000000000000000 Joule.
Sebagai perbandingan, energi yang dibutuhkan buat mindahin barang seberat 1 ton sejauh 1 m cuma 1000 joule.
Jadi intinya, kita punya potensi sebesar itu.

Dalam kasus gw... I've been skinny my whole life. So, being fat is almost impossible in my case. But I've never stopped trying to be fat... :) dan kayaknya sekarang kemajuannya dah agak sedikit terasa :)) Atau mungkin cermin di kamar gw yang makin cembung... ???
Lana Lang:"I know you windo. You desire things you can't have. So what will happen when you get fat?"
Windo:"Mmmm... I don't know, maybe I'll try to get skinny again, heheh".
Next, gw pingin punya kemampuan telekinetik... bisa menggerakkan benda-benda dengan pikiran... Siapa yang berpikir gw gak bisa melakukan itu ?
Wanna bet against me ? You're on !!!

Di tipi sekarang banyak acara motivasi, yang motivatornya punya salam-salam penyemangat... kayak, salam dahsyat, atau super !!!
sebagai motivator buat diri gw sendiri, gw harus punya salam sendiri...
Apa ya ? Mmm... Ini aja deh...

Salam hangat,
windo, man who desires things he can't have.

Note: Tapi ada hal-hal yang memang impossible... kayak pingin hidup di dunia selamanya...
Jadi dimana batas ketidakmungkinan ? Well, it's for us to discover...

Gw, Ulet Bulu, dan Mbak yang Baik Hati

gw,ulet bulu, dan mbak yang baik hati

based on true story
tokoh : - gw (26 tahun)
- ulet bulu (3 hari)
- mbak yang baik hati (30 tahun)

Bagian I
Pagi itu (17-April-2007) seperti biasa gw naik bis P46 ke kantor. Dengan sedikit perjuangan, lari-lari ngejar bis, dan dulu-duluan naik, serta cepet-cepetan nyari tempat duduk, akhirnya gw berhasil dapet bangku kosong disebelah bapak-bapak.

Pagi yang indah... gak terlalu panas, karena emang lagi mendung. Orang yang duduk di depan gw lagi asik baca koran, gw ikut numpang baca... saat tiba-tiba sentuhan kecil di pundak mengagetkan gw....

Serta-merta gw menoleh ke belakang... seorang mbak-mbak setengah baya rupanya yang nyolek gw. Duhh... ni orang pasti gemes banget ma gw, sampe nyolek-nyolek pundak gw. Dia bergumam kecil, tapi gw nggak denger.

Bagian II
Beberapa saat kemudian, gw merasakan sentuhan yang sama, di tempat yang sama (sentuhan jari di pundak gw). Ya ampun mbak... kalo mau kenalan bilang aja, gak usah pake colak-colek, pikir gw.
Gw menoleh cepat ke belakang. Si mbak tersenyum lembut sambil berujar :"maap mas, ada ulet bulu di pundaknya..."
.....
.....
.....
senyap ..... panik .....
.....
.....
.....

Gw berusaha untuk stay cool, gak panik. Selarik benda kecil hitam mencelat dari pundak gw setelah disentil si mbak. Gw liat sekilas... astaga.... ulet bulu... Gw menggeliat sebentar untuk meyakinkan bahwa si ulet bulu dan semua bulunya udah pergi dari baju gw.

Beberapa detik kemudian, gw membalas senyuman si mbak sambil berucap :"makasih mbak...". Gw tau senyuman gw sama sekali gak manis, tapi saat itu gw berusaha semanis mungkin tersenyum buat si mbak, karena dia udah menyelamatkan gw dari bentol-bentol dan gatel-gatel.

Ending
Lima menit kemudian, pikiran gw masih belum beranjak dari insiden itu. Mikir... betapa baiknya si mbak, menyingkirkan ulet bulu dari pundak gw dengan jarinya. Padahal dia gak kenal gw, dan bisa-bisa malah tangannya sendiri yang gatel.
Wow... di Jakarta masih ada kepedulian kayak gitu. Padahal baru minggu lalu gw liat dua orang perempuan hamil naik bis, dan gak ada satu orang penumpang pun yang ngasi mereka tempat duduk.

Mbak, di manapun kau berada, gw mau ngucapin makasih sekali lagi... Apa yang lo lakukan itu, it may be a small favour, it may not seem much... tapi buat gw, itu gede banget artinya, ngingetin gw tentang kepedulian di tengah masyarakat yang penuh ignorance.

Thank you mbak...

the end

Alternate ending:
Lima menit kemudian, pikiran gw masih belum beranjak dari insiden itu. Mikir... kasian banget bapak-bapak yang duduk di sebelah gw... nanti sore pasti dia kegatelan. Karena sentilah si mbak sudah membuat ulet bulu kecil itu hinggap di punggung si bapak, tanpa dia sadari.

Maap pak... bukannya saya gak peduli, tapi... saya masih shock, saya gak tau harus berbuat apa, dan saya geli sama ulet bulu itu. Lagipula ulet bulu itu masih kecil, bulunya blum banyak... saya kira gak akan terlalu membuat bapak gatel-gatel.... semoga.

Sorry pak...

Hubungan Antara Pantat Kuda Dengan Eksplorasi Ruang Angkasa

Peringatan : Cerita di bawah ini sudah didramatisir

Jaman dahulu kala, kerajaan Romawi menjajah Inggris. Mereka make kuda buat narik kereta perang dan kereta barang. Menurut penelitian ilmuwan2 Romawi waktu itu, lebar kereta kuda yang optimal untuk ditarik oleh 2 ekor kuda adalah sekitar 4 kaki, 8 inchi.
Maka jadilah kereta kuda Romawi yang dibawa ke Inggris make ukuran lebar standar ini.

Karena di Inggris sering ujan, maka tanahnya sering becek2. Kereta kuda Romawi sering meninggalkan jejak di tanah. Orang Inggris akhirnya menyesuaikan ukuran kereta kudanya mengikuti lebar jejak kereta Romawi. Yaitu 4 kaki 8 inci.

Waktu pun berlalu... ukuran ini masih digunakan oleh orang Inggris waktu membuat trem (kereta rel kecil). Ukuran ini juga digunakan waktu mereka membuat kereta api beneran.

Singkat kata, Colombus menemukan Amerika, orang2 Inggris pergi ke Amerika. Waktu membuat rel kereta api di Amerika, mereka masih menggunakan ukuran standar 4 kaki 8 inci.

Tak terasa waktu berlalu, umat manusia sudah memasuki abad 20. Ilmuwan Amerika membuat pesawat ulang alik. Roket2nya diangkut menggunakan kereta api. Kereta api ini dalam perjalanannya, melewati terowongan2 yang ukurannya sedikit lebih lebar dari kereta api. Jadi ilmuwan2 ini harus memperhitungkan lebar kereta api pengangkut dalam merancang ukuran roket pesawat ulang alik.

Kesimpulannya, lebar 2 ekor pantat kuda Romawi (4 kaki 8 inci) mempengaruhi eksplorasi ruang angkasa...

Andaikan dulu bangsa Indonesia yang menjajah Inggris....
Karena ukuran kuda kita kecil, maka kita pasti akan pake gajah lampung, atau sapi madura. Yang tentu saja ukuran pantatnya lebih shemog dibanding kuda romawi. Sehingga sehingga sehingga, ukuran roket pesawat ulang alik yang dibuat akan lebih besar, dan kita bisa menjelajah ruang angkasa lebih jauh...

Moral dibalik kisah ini ....
"Masa depan sulit ditebak... yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menjaga pantat kita sebaik-baiknya"