Urang sebenernya gak ngerti marketing... tulisan ini cuma asal cuap2 aja... jadi jangan terlalu dipercaya :)
OK anyway... ada tiga strategi dasar di dunia marketing, yaitu:
- focus strategy.
- differentiation strategy.
- low cost strategy.
Differentiation strategy berarti membuat dan memasarkan produk yang bervariasi untuk segmen pasar yang berbeda...
Low cost strategy artinya memasarkan produk dengan harga murah, untuk meningkatkan demand dan market share...
Focus strategy artinya berkonsentrasi untuk masuk dan di market yang kecil dengan produk tertentu...
Sebuah perusahaan biasanya menggunakan salah satu dari strategi ini, misalnya wal-mart dan form motor menggunakan low cost strategy, sedangkan sony dan xerox menggunakan differentiation strategy.
Nah, kalo perusahaan seluler di Indonesia gimana? Gimana kok bisa Telkomsel punya 50 juta subscriber, sedangkan warung sebelah cuma punya 1/10-nya?
Early Days
Telkomsel bukan yang pertama di Indonesia... Trus apa yang dilakukan buat ngerebut market share? Dia expand network selulernya... Dia pake focus strategy buat memastikan bahwa ada sinyal Telkomsel di seluruh Indonesia... Waktu itu gak perlu mikir tentang service (SMS, MMS, NSP, dsb)... lha ya buat apa service kalo jaringannya gak ada.
Akhirnya orang se-Indonesia cuma punya 1 pilihan: Telkomsel... karena bisa dipake dimana aja... Beda sama kompetitor; di sini ada sinyal, di kampung sebelah belom tentu...
Trus kenapa kompetitornya gak ngembangin jaringan ke seluruh Indonesia seintensif Telkomsel? Karena gak bisa... gak mampu... Karena buat ngembangin jaringan itu butuh modal yang gede banget... Cuma Telkomsel yang punya modal segede gaban...
Afterwards
Seiring dengan makin banyaknya kompetitor dan makin besar dan bervariasinya market share, operator-operator seluler mulai pake teknik kedua... Differentiation strategy. Satu operator nawarin berbagai macem kartu untuk tiap segmen (kelas atas-make HP buat telpon2an sampe tepar, menengah-kadang telpon, kadang SMS, dan bawah-SMSan aja, itu juga kalo pulsa cukup).
Akhirnya muncullah berbagai jenis kartu... ada simPATI, Jempol, IM3, Kartu AS, dll, dll...
Sampe tahap ini Telkomsel masih menang market share, walaupun tarifnya paling mahal... Kenapa? Ya salah satunya karena jaringannya paling luas... Focus strategy yang sebelumnya diterapkan terbukti sukses...
Selain itu menurut gw juga karena orang Indonesia susah berubah... susah pindah ke lain hati... contohnya di program substitusi minyak tanah dengan gas yang sampe sekarang masih tersendat... tapi itu mesti dibahas terpisah...
Current Status
Sekarang ini para kompetitornya Telkomsel pake cara ketiga... yaitu nerapin Low-cost strategy... Semua banting harga gila2an, walaupun kebanyakan cuma tarif promo yang ada batas waktunya... Entah deh dapet untung atau nggak kalo matok harga segitu...
Telkomsel juga ikut... walaupun gak segila yang lain...
Sebetulnya nurunin harga juga karena regulasi pemerintah yang mau nurunin tarif seluler... jadi semua orang rame2 nurunin tarif...
Sampe di babak ketiga perang strategy, Telkomsel masih menang... Entah strategi apalagi yang mau diterapin kompetitornya... When all else fails, maybe it's time to surrender and pray...
Jadi... apakah kemenangan Telkomsel terjadi karena kejeniusan orang2 dibelakang layarnya?
Menurut gw bukan...
Sama sekali bukan...
...
...
...
Maksud gw, bukan cuma itu alasannya... :))
Ada alasan lain... yaitu dukungan dana yang berlimpah... Coba aja bandingin CAPEX dan OPEX di antara operator... liat perbedaannya... uedan...!!
Ini bisnis yang lebih butuh modal gede dibanding karyawan banyak... beda sama bisnis rokok...
Jadi menurut gw ada dua cara ngalahin Telkomsel:
1. Kompetitornya merekrut orang2 jenius yang mampu menelurkan strategi baru yang super canggih sehingga subscribernya Telkomsel pada ganti kartu.
2. Dukungan dana yang luar biasa gede, buat menyamai luas network dan variasi service yang dimiliki Telkomsel.
Ayo semangat...!!!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment